Malam Valentine hampir tiba, dan hal ini saya sadari ketika melihat rentetan promo atau program marketing beserta jingle menyebalkannya sudah turut mewarnai kemeriahan malam kasih sayang para muda-mudi yang sedang kasmaran ini.
Di sela-sela hujan rintik yang santai dan syahdu, secara tidak sengaja saya mendengar sebuah obrolan dari seberang sekumpulan anak muda yang memperdebatkan malam Valentine, dan tentu tak luput dari jokes yang menyertai.
“Lho, Valentinemu piye?” ujar salah satu individu yang mungkin mencoba menarik obrolan trendi ini. “Hngg.. aku wae bingung, gak mikirin Valentine sih” ujar kawannya coba menjawab, “Lha aku Valentine mbe batang (cowo) semua gini, paling ngrungoke Iksan Skuter”, ujar satu temannya lagi.
Obrolan singkat dan sederhana itu cukup menarik perhatian saya untuk menemukan ide tulisan ini dan fakta bahwa banyak orang-orang tidak turut andil bagian dalam hari kasih sayang adalah bagian yang saya pikir lebih mewarnai perayaan Valentine.
Rasanya memang bagi sebagian orang (bukan saya :p) terkadang momen Valentine memang menyebalkan, karena tiap sudut lokasi diisi para pasangan kasmaran dan algoritma media sosial juga turut menambah kesengsaraan itu.
Bagi kalian yang mungkin merasa melihat hilal jodoh terasa jauh, rasanya setiap momen yang terjadi di Valentine seperti berada di situasi tontonan sinetron lokal Romance yang membuat hati dag dig dug tak karuan.
Lagu-lagu yang terkadang terputar sesuai trend juga turut menambah kesengsaraan tersebut, dan ya lagi-lagi para jomblo hanya bisa membayangkan mereka seharusnya berada dalam momen yang poetical atau lirik-able bersama pujaan kasih mereka dan tidak terjebak dalam circle yang tidak terbayang akan memiliki jodoh mereka atau tidak.
Namun tenang, di sini TWWC hadir untuk menemani kalian para single akut atau jomblo karatan yang menjauh dari hilal jodoh, lewat beberapa lagu yang rasanya tepat menemani kalian mengarungi musim kesengsaraan ini, dengan beberapa playlist usang yang sudah kami siapkan.
1. Deritaku – David Bayu
Vibes retro 80an khas David Bayu lewat lirik puitis kesengsaraan khasnya rasanya menjadi opsi tepat dalam peperangan para jomblo di hari Valentine. “Ku terima semua, jalan di hidupku, dan semua deritaku” akhh rasanya semua curahan doi di lagu ini emang pas buat semua momen penderitaan dalam konteks apapun.
2. Mudah Saja – Sheila on 7
Sheila on 7 mungkin emang rajanya ngebawa naratif semua momen emosi, mulai dari kasmaran, persahabatan, sampai patah hati yang terkadang menyebalkan. Mulai dari intro “Tuhan aku berjalan, menyusuri malam, setelah patah hatiku” rasanya nusuk langsung ke tulang rusuk yang rasanya selalu kosong dan menanti untuk diisi.
3. Cinta Itu – Silampukau
Abang-abangan folk Surabaya, lewat lirik khas kritis lewat beberapa metaforanya selalu sukses jadi andalan pemuda yang merasa hidup ini merana. Lagu Cinta Itu juga rasanya pas, buat ngeliat situasi yang engga memungkinkan dalam melewat pancarona kehidupan berpasangan dalam situasi yang sulit. “Cinta itu buat kapan-kapan, kala hidup tak banyak tuntutan” :p.
4. Sampaikan – Coldiac
Beberapa individu jomblo lebih sering memilih sendiri karena emang gabisa nyampeinnya kan? Dan ya, emang paling pas Sampaikan saja lah. Karena keberanian yang menyelamatkan katanya.
5. Forget Jakarta – Adhitia Sofyan
Jakarta bisa jadi tempat yang remuk dan tumpah ruah atas segala kemasyuran dan pilihan yang lebih variatif di dalamnya. Meski begitu, banyak individu yang justru kesulitan memilih pilihannya di sini dan bisa jadi kabur dari Jakarta sejenak jadi opsi yang pas buat nemuin jalan hidup perjodohan kalian jiahahahaha.
Lima lagu itu jadi opsi playlist kunci yang rasanya pas dalam menaklukan peperangan Valentine dan mengubah momen menyebalkan bagi para single mania buat ngerasa ga sendirian di dunia ini.
Kesimpulannya: sruput kopimu, ajak kawan seperjombloanmu dan katakan kepada dunia bahwa sebenarnya fase ini hanya sementara!
Baca juga:
- Cinta, Cokelat Valentine, dan Kesabaran Forrest Gump Mengejar Seseorang yang Jelas-Jelas Ingin Lari
- Benarkah Pesugihan Gunung Kemukus Hanya Kedok Syahwat yang Terorganisir?
- Tangan Misterius di Lubang Closet WC Pondok Adalah Uji Nyali Absurd Bagi Santri!